Statistik Penayangan

Buta Sajak Warna Lagu


Buta Sajak Warna Lagu

1

Saat malam menghinggap dalam kekhawatiran
Akan sebuah harapan dalam lingkup tanpa kemungkinan
Sebuah tujuan jalan indah yang di tentukan tuhan
Sebagai jembatan keharuman dan keromantisan
Lekat merindu kucup wangi aromamu
Yang terbelenggu dalam luka luka terpuruk
Hingga melatiku tiada senja tiada bersipuh
Menari dan bernyanyi di kebisuan hatiku
Jera jera dian yang menerangi pengganti sang rembulan
Menjadikan dedaunan terhempas dan terbang kembali ke pucuk pacu angin
Dingin dingin meraba sakit dalam dada
Meraung meraung mengusap luka dalam jiwa
Berkelabu berkelabu dan memerah dalam lantunan sebuah nada
Sajak sajak berteriak dalam hantunan lembut sebuah pena
Mengharapkan sebuah jalan dan sebuah harapan kasih sayang
Tidak membuatku terbelenggu di atas mahkota dinamika yang ada
Tertekan memarah seolah sambutan dalam hangatnya malam malam
Kesendirian serta permohonan sangat merebut sebuah keputusan
Dimana ada yang tertinggal.....??
Hati ku lah:
Jawab sebuah bulan yang melamunkan sebuah pujaan
Dan para peri peri sawah sekejap mendatangiku dalam alunan syair
Yang berubah menjadi nada hilang dalam kata kata batin
Khayalku menyapu sebuah fantasi malam
Sosok aurora dalam hening kesepian menghilang
Antara jalan dan warna kerap serentak mengembun
Dan mengawali tiap kali fajar menengok punggungku yang berlumpur
Nyip nyip suara serangga dalam alam
Bar ber suara lain yang nampak dalam kegelapan
Sar ser suara apa yang ada dalam warna bintang
Has hus suara nyas nyas dalam hati yang hitam
Dan tepat waktu bulan menghilang hatikupun merasa bimbang


2

Satu hal yang menjadikan titik tumpu
Pernafasan dan melati yang menggebu
Ketakutan dalam kesakitan sebuah jiwa yang berbeda
Terpekam hinggap menghantui setiap kedip mataku



3


Turun kembali janji yang dulu
Kenangan dari sebuat potret masa kelabu
Terpojok dan hampir terlupakan di sebuah tumpukan debu
Ku hapus dan ku bakar secara satu per satu
4

Pergi dalam sebuah kebingungan
Keringat badan yang membuat gatal
Terpental dan ambruk di sebuah sutra hatiku
Hati hati kosong
Kosong kosong dan kosong
Lepaskan



Kertosari, Temanggung o7-12-2011
Salman Al Fanny

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ini hanya sekilas SYAIR alami yang hanya sebagian saja dari syair syair SALMAN AL FANNY ( Ankker Garaz Andrea ) masih banyak syair-syair puisi lainya yang belum di publikasikan....